Kalah

terperangkapku dalam ruang kehampaan
sunyi,senyap,gelap dan mengerikan
sendiriku mengutuk diri
tak bisa berbuat apa-apa kecuali tersiksa
pedih seperti penjara bahkan neraka
perlahan tapi pasti
kau datang seperti singahutan
mengaum tak karuan,kelaparan dan ingin menerkam mangsa

setetes darah memaksa keluar dari pori-pori kulit tanganku
mulai dari lengan turun ke bawah ke siku
berlomba-lomba membuat gerakan zigzag melewati bulu-bulu lembut di tangan
kental,ya benar!satu tetes berhasil mengendap di tanah
setelah berhasil melewati jarijemariku dan kukuku yang sedikit runcing namun bersih

0 komentar:

Posting Komentar